Pertamatama buka Dev C++. Klik File ---> New ---> Project. Silah buat folder dan save dengan nama "segitiga" atau apalah menurut selera agan. silahkan Copy Kode berikut, atau agan mau memahami setiap kode nya bisa di ketik. Quote: #include .
Langkahlangkah dalam mengerjakan Transformasi Geometri Luas Bangun dataryaitu : 1). Jika yang ditanyakan luas bayangannya, maka cukup kerjakan yang ada dilatasinya saja. dengan luas awalnya. 2). menggunakan matriks tersebut digabungkan dengan dilatasi jika ada. 3).
Dilatasiterhadap titik pusat (0, 0) dan skala k, ditulis [O, k] Berikut ini adalah perbedaan hasil dilatasi dengan memperhatikan nilai dari faktor skala k: (1) Jika k>1, maka bayangan benda diperbesar dan kedudukan benda dan bayangan adalah sepihak terhadap pusat dilatasi. (2) Jika 0RPe4S2q. Hi, Sobat Zenius, kali ini gue akan membahas materi transformasi geometri nih atau lebih tepatnya rumus dilatasi matematika dan contoh soal beserta pembahasannya. Sebelumnya kita pernah bahas translasi, refleksi, dan rotasi, sekarang gue akan bahas materi terakhir dari transformasi geometri, yaitu dilatasi. Mungkin istilah dilatasi terdengar asing, ya? Istilah dilatasi dapat memiliki makna pengembangan, pemuaian, pembesaran, atau perkalian. Dilatasi Pembesaran Arsip Zenius Dalam materi kali ini, makna pembesaran dan perkalian adalah yang mendekati pembahasan kita, nih. Selanjutnya, jika gue lagi gak pake istilah dilatasi, gue akan menggunakan kata pembesaran atau perkalian, ya, Jangan banyak ba-bi-bu lagi, langsung saja kita bahas, guys. Konsep dan Pengertian Dilatasi Rumus DilatasiRumus Dilatasi dengan Faktor Skala K dan Pusat A, BContoh Soal dan Pembahasan Konsep dan Pengertian Dilatasi Eits, sabar dong jangan langsung ke rumus dilatasi ya. Kalian perlu tahu dulu, apa itu transformasi geometri. Begini singkatnya, Transformasi adalah perubahan dan geometri adalah ilmu ukur atau cabang ilmu matematika yang membahas tentang garis, sudut, bidang, dan ruang. Jadi, dapat disimpulkan transformasi geometri ini membahas proses penentuan titik-titik baru dari suatu bangun. Untuk dilatasi sendiri, sedikitnya sudah kita bahas di awal artikel ini, guys. Dilatasi itu dapat berarti transformasi yang mengubah suatu ukuran memperbesar/memperkecil suatu bangun geometri tanpa merubah bentuk bangunnya. Jadi tergantung dilatasinya ya, bisa membesar 2 kali lipat, atau 3 kali lipat dan seterusnya. Sebelum lanjut, udah punya aplikasi Zenius belum? Belajar lewat aplikasinya juga nggak kalah asyik, lho. Download aplikasi Zenius untuk belajar yang lebih seru ya dengan klik gambar di bawah ini. Download Aplikasi Zenius Fokus UTBK untuk kejar kampus impian? Persiapin diri elo lewat pembahasan video materi, ribuan contoh soal, dan kumpulan try out di Zenius! Perlu elo ketahui dulu nih dalam rumus dilatasi matematika adalah elemen-elemen yang ada di dalamnya. Pada contoh soal dilatasi biasanya diketahui titik pusatnya, kemudian titik x,y dan dilatasinya yang dilambangkan dengan nilai K. Rumus dilatasi cukup mudah karena hanya mengalikan angka pada x dan y dengan nilai K. x, y → xˡ, yˡ = Kx, Ky Misalnya begini, elo punya sebuah segitiga dengan titik A berada di 2, 4, titik B berada di 2, 2, dan titik C berada di 4, 2. Segitiga tersebut akan mengalami pembesaran atau dilatasi sebesar dua kali lipatnya K = 2. Di mana letak titik-titiknya jika segitiga itu mengalami dilatasi dua kali lipat? Rumus dan cara menjawabnya adalah sebagai berikut, Sobat Zenius. A 2, 4 → Aˡ 4, 8 B 2, 2 → Bˡ 4, 4 C 4, 2 → Cˡ 8, 4 Semua angka baik x maupun y akan dikalikan dengan K = 2. Berikut adalah visualisasi dari contoh tersebut. Dilatasi Cukup mudah kan? Dengan gambar di atas semoga elo dapat langsung mengerti dengan apa yang telah gue sampaikan. Lalu, bagaimana jika titik pusatnya tidak berada pada titik 0 atau 0, 0? Bagaimana jika titik pusatnya berada di A, B? Simak terus untuk menemukan jawabannya, ya. Untuk pembahasan yang lebih jelas, nanti gue juga akan sediakan contoh soal dilatasi. Rumus Dilatasi dengan Faktor Skala K dan Pusat A, B Nah, kita akan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya. Jika jika titik pusatnya tidak berada pada titik 0, 0 atau titik pusatnya berada di A, B, rumus dilatasi akan ditemukan dengan cara berikut, guys. Perhatikan gambarnya dulu, ya! Rumus Dilatasi dengan Faktor Skala K dan Pusat A, B Kx – a = xˡ – a xˡ = Kx – a + a Ky – b = yˡ – b yˡ = Ky – b + b x, y → xˡ, yˡ = Kx – a + a, Ky – b + b Jadi, rumus faktor skala dilatasi dengan skala K dan pusat A, B adalah seperti yang tercantum di atas. Sebuah transformasi dilatasi dengan faktor dilatasi kayak lebih susah dipahami ya? Bagaimana jika sekarang kita coba pakai pada contoh soal dilatasi? Bagian ini kan yang paling elo tunggu-tunggu. Oke deh gak pake lama langsung saja kita sikat contoh soalnya. Contoh Soal dan Pembahasan Titik A 1, 2 akan dilatasi sebesar tiga kali dengan pusat -5, 1, tentukan letak titik Aˡ! Jawab x, y → xˡ, yˡ = Kx – a + a, Ky – b + b 1, 2 → xˡ, yˡ = 31 – -5 + -5, 32 – 1 + 1 1, 2 → xˡ, yˡ = 13, 4 Usai sudah pembahasan materi dilatasi matematika kita pada artikel ini, guys. Gimana nih tentang contoh soal dan pembahasan transformasi geometri dilatasi tadi, apakah masih ada yang bikin bingung? Semoga elo paham dengan materi ini dan materi transformasi geometri lainnya, ya. Jangan lupa untuk terus berlatih soal ya. Kalau elo ingin penjelasannya secara visual bisa cek video pembahasannya oleh tutor Zenius. Oh iya, elo juga bisa cek pembahasan materi lain dengan cara klik banner di bawah ini dan tinggal ketik materi apa yang mau elo pelajari. Klik banner dan ketik materi yang diinginkan di kolom pencarian! Kalo mau dapetin materi belajar yang lebih lengkap dan akses ke ribuan latihan soal hingga live class, elo bisa langganan paket belajar Zenius Aktiva Sekolah. Pembahasan yang lengkap dan bimbingan dari para tutor berpengalaman bisa bantu elo untuk ningkatin nilai rapor. Yuk, cek info selengkapnya dengan klik gambar di bawah ini. Selamat belajar, Sobat Zenius! Baca Juga Artikel Lainnya Rumus Refleksi Rumus Rotasi Rumus Translasi Originally published September 27, 2021 Updated by Silvia Dwi & Arieni Mayesha
Rumus Dilatasi - Setelah sebelumnya kita telah membahas tentang cara menentukan gradien kali ini kita akan membahas materi tentang rumus dilatasi, kita akan paparkan secara rinci dan berurutan mulai dari pengertian, sifat-sifat, rumus, dan contoh soal beserta DilatasiDilatasi pembesaran atau perkalian adalah suatu transformasi atau perubahan yang mengubah ukuran memperkecil atau memperbesar suatu bangun tetapi tidak mengubah bentuk bangun yang bersangkutan. Dilatasi dapat ditentukan oleh titik pusat dan faktor faktor skala merupakan suatu transformasi mengubah ukuran memperbesar atau memperkecil bentuk bangun geometri tetapi tidak mengubah bentuk bangun tersebut. Dilatasi dapat ditentukan oleh titik pusat dilatasi dan faktor skala atau faktordilatasi. Notasi dilatasi dengan titik pusat O0, 0 dan faktor skala k adalah [O, k].Sifat-Sifat DilatasiTafsiran Geometri dari DilatasiPerkalian atau dilatasi adalah suatu transformasi yang mengubah jarak titik-titikdengan faktor pengali tertentu terhadap suatu titik tertentu. Faktor pengali tersebut disebutfaktor dilatasi atau faktor skala dan titik tertentu itu dinamakan pusat demikian dapat dikatakan bahwa suatu dilatasi ditentukan oleh1Faktor skala k, dan2Pusat dilatasi Jika yang dilatasikan suatu bangun, maka dilatasi akan mengubah ukuran tanpamengubah bentuk bangun tersebut. Dilatasi yang berpusat di P dengan faktor skala kdinotasikan dengan [P,k].Sifat-sifat dilatasi antara lainJika k > 1,maka bangun bayangan diperbesar dan terletak sepihak terhadap pusat dilatasi dan bangun 0 1 jadi benda diperbesar. Dan untuk nilai 0 1/2 y’ = 1/2 x’ 2+ 51/2 x’ – Soal DilatasiDiketahui sebuah segitiga ABC dengan titik sudut A 2,3, B 7,1 dan C-2,-5. Jika segitiga ABC tersebut di-dilatasi 3 dengan pusat M 1,3. Tentukanlah bayangan segitiga ABC atau A’B’C’. Hitunglah luas segitiga yang Nilai a,b merupakan pusat dilatasi yaitu 1,3. kita akan menggunakan rumus di atas. Sekarang akan ambil untuk titik A terlebih = 32-1 + 1 = 4 dan y’ = 33-1+1 = 7. Maka A’ 4,7 Lakukan hal yang sama untuk titik B dan pembahasan soal-soal tentang rumus dilatasi melalui video berikutDemikianlah pembahasan lengkap mengenai materi tentang rumus dilatasi, Semoga Bermanfaat…
Pengertian dan rumus dilatasi. Foto UnsplashDalam pembelajaran matematika, khususnya materi mengenai bangun geometri, terdapat sebuah istilah, yaitu dilatasi. Istilah ini juga memiliki sebutan lain, yaitu pembesaran atau perkalian. Mengutip dalam buku Get Success UN +SPMB Matematika yang diterbitkan oleh PT Grafindo Media Pratama, pengertian dilatasi adalah suatu transformasi yang mengubah jarak titik dengan faktor penggali tertentu terhadap suatu titik yang demikian, dilatasi dapat ditentukan oleh dua faktor utama, yaitu faktor skala k dan pusat dilatasi P. Jika yang dilatasikan adalah sebuah bangunan, maka dilatasi akan mengubah ukuran tanpa mengubah bentuk bangunan ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor skala dan pusat dilatasi. Foto UnsplashDilatasi yang berpusat di P dengan faktor skala k, dinotasikan dengan [P, k]. Kemudian, berdasarkan nilai dari faktor skala k, bayangan yang diperoleh dapat ditentukan sebagai k > 1, maka bangun bayangan akan diperbesar dan terletak sepihak terhadap pusat dilatasi dan bangun 0 < k < 1, maka bangun bayangan diperkecil dan terletak sepihak terhadap pusat dilatasi dan bangun -1 < k < 0, maka bangun bayangan diperkecil dan terletak tidak sepihak terhadap pusat dilatasi dan bangun k < -1, maka bangun bayangan diperbesar dan terletak tidak sepihak terhadap pusat dilatasi dan bangun dilatasi memiliki arti sebagai suatu transformasi atau perubahan, yang berkaitan dengan ukuran, baik memperbesar atau memperkecil bentuk bangun geometri, tapi tidak mengubah bangunan tersebut secara seringnya ditentukan oleh titik pusat dilatasi dan faktor skala atau faktor dilatasi. Mengenai lambang notasi dilatasi adalah pengembangan titik pusat O 0, 0, dan faktor skala k adalah [O, k].Ilustrasi mengerjakan soal dilatasi. Foto UnsplahDefinisi Faktor Skala dalam DilatasiMengutip dalam buku Matematika yang ditulis oleh Marthen Kanginan, hubungan antara jarak benda dari pusat, maka transformasi dilatasinya disebut memiliki faktor skala. Ada dua definisi yang berkaitan dengan faktor skala dalam dilatasi, yaituFaktor skala k, merupakan perbandingan antara jarak titik bayangan dari titik pusat dilatasi, serta jarak titik benda berkaitan dari titik pusat skala k, juga dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara panjang sisi tiap bayangan, serta panjang sisi yang berkaitan pada Dilatasi dan Contoh SoalnyaAdapun mengenai rumus dilatasi, contoh soalnya dapat dilihat dalam pembahasan berikut ini. Diketahui sebuah segitiga ABC dengan titik sudut A 2,3, B 7,1 dan C-2,-5. Jika segitiga ABC tadi di-dilatasi 3 dengan pusat O 0,0. Tentukan lah bayangan segitiga ABC atau A’B’C’ dan hitung lah luas segitiga yang cukup mudah, yaitu dengan mengkali masing-masing titik, dengan sama-sama dikalikan faktor dilatasi yaitu 3. Maka akan didapatkan hasil A’ 6,9 B’ 21,3 dan C’ -6,-15.
Menghitung Luas paparan Bangun Menjemukan –Pada topik sebelumnya, kalian telah membiasakan tentang transformasi titik, garis, dan kurva. Kalian tentu mengerti bahwa berbunga beberapa noktah dan beberapa garis dapat dibuat kenap. Nah, siapa ini kalian akan membiasakan tentang kaidah menentukan luas bayangan semenjak bangun datar setelah ditransformasi. Sebagai halnya kalian ketahui, suatu bangun menjemukan jika ditransformasi akan mengalami perubahan. Tentang peralihan tersebut dapat berupa posisi atau letak, dapat pula bentuk bangunnya, atau sekali lagi ukurannya. Sebelum membicarakan lebih lanjur mengenai luas bayangan bangun ruang, mari kita bangun kembali cara menghitung luas segitiga jika diketahui koordinat ketiga titik sudutnya. Luas segitiga sama Lambang bunyi dengan koordinat titik-bintik sudut Ax1, y1, Bx2, y2, dan Cx3, y3 dapat ditentukan dengan menggunakan rumus berikut Cukuplah, kerjakan mempermudah pemahaman kalian tentang bagaimana menentukan luas bayangan ingat datar, mari kita perhatikan contoh berikut. Tentukan luas cerminan persegi panjang ABCD dengan koordinat A2, 0, B6,0, C6, 2, dan D2,2 jika ditransformasikan terhadap matriks berikut 2 0 0 2 2002 1 − 1 1 2 11−12 1 1 0 2 1012 Perampungan 1 Berdasarkan konsep transformasi, diperoleh hasil transformasi laksana berikut 2 0 0 2 2 0 6 0 6 2 2 2 2002 26620022 = 4 0 12 0 12 4 4 4 =4121240044 Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa bayangan titik A, B, C, dan D berduyun-duyun merupakan A’4, 0, B’12, 0, C’12, 4, dan D’4, 4. Berdasarkan gambar di atas, tampak bahwa lembaga bayangan hasil transformasi masih berupa persegi tahapan. Luas A’B’C’D’ = A’B’ x A’D’= 8 x 4 =32 runcitruncit luas. 2 Bersendikan konsep transmutasi, diperoleh hasil transformasi sebagai berikut 1 − 1 1 2 2 0 6 0 6 2 2 2 11−12 26620022 = 2 − 2 6 − 6 8 − 2 4 2 =2684−2−6−22 Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa bayangan titik A, B, C, dan D berendeng-rendeng adalah A’2, -2, B’6, -6, C’8, -2, dan D’4, 2. Berdasarkan gambar di atas, tampak bahwa susuk paparan hasil transfigurasi konkretbaris genjang. Bikin menentukan luas segiempat A’B’C’D’, perhatikan persegi panjang PQRD dengan PQ = 6 cm dan QR = 8 cm. Luas A’B’C’D’= Luas PQRD – Luas ΔPB’A’ – Luas ΔB’QC’ – Luas ΔC’RD’ – Luas ΔA’D’D= 6 x 8 – ½ x PB’ x PA’ – ½ x B’Q x QC’ – ½ x C’R x RD’ – ½ x A’D x DD’= 48 – ½ x 4 x 4 – ½ x 2 x 4 – ½ x 4 x 4 – ½ x 4 x 2= 48 – 8 – 4 – 8 – 4 =24 satuan luas 3 Berlandaskan konsep transformasi, diperoleh hasil transformasi sebagai berikut 1 1 0 2 2 0 6 0 6 2 2 2 1012 26620022 = 2 2 6 6 6 10 2 6 =266226106 Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa bayangan titik A, B, C, dan D berturut-turut yakni A’2, 2, B’6, 6, C’6, 10, dan D’2, 6. Berdasarkan gambar di atas, kelihatan bahwa bentuk cerminan hasil transformasi berupa jajar genjang. L A ′ B ′ C ′ D ′ LA′B′C′D′ = A ′ B ′ × A ′ D ′ =A′B′×A′D′ = D C 2 + B ′ C 2 − − − − − − − − − − √ =DC2+B′C2 = 4 2 + 4 2 − − − − − − √ × 4 =42+42×4 = 4 2 – √ × 4 =42×4 = 16 2 – √ satuan luas =162 rincih luas Apa yang boleh kalian simpulkan berusul hasil yang diperoleh pada arketipe 1? Silakan kita perhatikan tabel berikut. Berdasarkan tabel di atas, tampak bahwa luas bangun paparan sebabat dengan determinan matriks transformasi dikalikan dengan luas bangun sediakala. Secara publik, jika suatu siuman ki boyak dengan luas L ditransformasikan maka dari itu suatu transformasi yang bersesuaian dengan matriks a c b d abcd , maka luas sadar bayangannya yakni L ′ = ∣ ∣ ∣ a c b d ∣ ∣ ∣ × L L′=abcd ×L . Agar kalian lebih jelas, mari kita perhatikan bilang contoh berikut. Diketahui segitiga OAB dengan koordinat titik sudutnya adalah O0, 0, A4, 0, dan B2, 3. Sekiranya segitiga OA’B’ ialah cerminan berpangkal segitiga sama OAB oleh transformasi yang bersesuaian dengan matriks 0 1 − 1 0 0−110 , maka tentukan luas bangun bayangannya. Penuntasan Dengan menunggangi pendekatan koordinat, luas bangun segitiga sama OAB yakni Dengan demikian, luas paparan berpangkal OAB ialah L Δ Ozon A ′ B ′ = ∣ ∣ ∣ 0 1 − 1 0 ∣ ∣ ∣ × 6 = 6 satuan luas LΔOA′B′=0−110 ×6=6 runcitruncit luas . Diketahui persegi ABCD dengan koordinat titik sudutnya adalah A–2, 0, B0, –2, C2, 0, dan D0, 2. Titik A’, B’, C’, dan D’ adalah titik hasil transformasi persegi ABCD dengan matriks − 3 − 2 2 1 −32−21 . Hitunglah luas bayangan persegi tersebut. Penuntasan Perhatikan tulangtulangan persegi ABCD berikut Dari rencana di atas, kelihatan bahwa panjang AO = BO = 2 satuan panjang. Dengan demikian, persegi ABCD memiliki ukuran panjang sisi = 2 2 – √ 22 asongan panjang dan luasnya yaitu 2 2 – √ × 2 2 – √ = 8 22×22=8 satuan luas. Jadi, luas bayangan dari persegi ABCD adalah 8 satuan luas. Diketahui segitiga sama kaki PQR dengan koordinat bintik sudut P-3, 4, Q1,1, dan R3, 4. Jika segitiga sama P’Q’R’ adalah cerminan segitiga PQR maka dari itu transformasi yang bersesuaian dengan matriks 1 2 0 3 1023 , maka tentukan luas P’Q’R’. Penyelesaian Dengan memperalat pendekatan koordinat, maka luas segitiga sama PQR merupakan L Δ P Q R LΔPQR = 1 2 × ∣ ∣ ∣ − 3 4 1 1 3 4 − 3 4 ∣ ∣ ∣ =12×−313−34144 = 1 2 × − 3 + 4 + 12 − 4 − 3 + 12 =12×−3+4+12−4−3+12 = 1 2 × 18 =12×18 = 9 satuan luas =9satuanluas Dengan demikian, luas bangun segitiga sama kaki PQ’R’ oleh metamorfosis 1 2 0 3 1023 adalah L Δ P ′ Q ′ R ′ = = = ∣ ∣ ∣ 1 2 0 3 ∣ ∣ ∣ × 9 3 × 9 27 rincih luas LΔP′Q′R′=1023 ×9=3×9=27satuanluas Ayo uji pemahaman kalian dengan mengerjakan deka- latihan soal yang suka-suka n domestik topik ini. cara mencari luas gambaran persegi panjang, mengejar luas segitiga sama kaki dengan matriks, teladan tanya dan pembahasan transfigurasi matriks, komposisi transformasi geometri, soal metamorfosis geometri kelas 12,
PertanyaanSegitiga ABC dengan titik A − 2 , 3 , B 2 , 3 , dan C 0 , − 4 didilatasi dengan pusat O 0 , 0 dan faktor skala 4 . Luas segitiga setelah didilatasi adalah ....Segitiga dengan titik , , dan didilatasi dengan pusat dan faktor skala . Luas segitiga setelah didilatasi adalah ....Jawabanjawaban yang tepat adalah yang tepat adalah Dilatasi dengan pusat 0 , 0 dan faktor skala k x ′ y ′ ​ = k ​ 0 ​ 0 ​ k ​ ​ x y ​ = k x k y ​ Bentuk Khusus Luas segitiga A BC jika diketahui titik A x 1 ​ , y 1 ​ , B x 2 ​ , y 2 ​ , dan C x 3 ​ , y 3 ​ adalah L = ∣ ∣ ​ 2 d e t T ​ ∣ ∣ ​ T = ⎠⎛ ​ 1 1 1 ​ x 1 ​ x 2 ​ x 3 ​ ​ y 1 ​ y 2 ​ y 3 ​ ​ ⎠⎞ ​ Diketahui dengan titik A − 2 , 3 , B 2 , 3 , dan C 0 , − 4 didilatasi dengan pusat O 0 , 0 dan faktor skala 4 . Ditanya Luas segitiga setelah didilatasi = ? Jawab Kita cari A ′ , B ′ , dan C ′ terlebih dahulu x ′ y ′ ​ = 4 x 4 y ​ A ′ = k x k y ​ = 4 â‹… − 2 4 â‹… 3 ​ = − 8 12 ​ B ′ = k x k y ​ = 4 â‹… 2 4 â‹… 3 ​ = 8 12 ​ C ′ = k x k y ​ = 4 â‹… 0 4 â‹… − 4 ​ = 0 − 16 ​ Dengan menggunakan bentuk khusus kita cari Luas segitiga setelah didilatasi T ​ = ​ ⎠⎛ ​ 1 1 1 ​ − 8 8 0 ​ 12 12 − 16 ​ ⎠⎞ ​ ​ Cari determinan dari matriks T . det T ​ = = = = ​ ∣ ∣ ​ 1 1 1 ​ − 8 8 0 ​ 12 12 − 16 ​ ∣ ∣ ​ 1 1 1 ​ − 8 8 0 ​ 1 â‹… 8 â‹… − 16 + − 8 â‹… 12 â‹… 1 + 12 â‹… 1 â‹… 0 − 1 â‹… 8 â‹… 12 − 0 â‹… 12 â‹… 1 − − 16 â‹… 1 â‹… − 8 − 128 − 96 + 0 − 96 − 0 − 128 − 448 ​ Maka luas segitiganya L ​ = = = = ​ ∣ ∣ ​ 2 d e t T ​ ∣ ∣ ​ ∣ ∣ ​ 2 − 448 ​ ∣ ∣ ​ ∣ − 224 ∣ 224 ​ Jadi, luasSegitiga ABC setelah didilatasi adalah 224 . Jadi, jawaban yang tepat adalah Dilatasi dengan pusat dan faktor skala k Bentuk Khusus Luas segitiga jika diketahui titik adalah Diketahui dengan titik , , dan didilatasi dengan pusat dan faktor skala . Ditanya Luas segitiga setelah didilatasi = ? Jawab Kita cari terlebih dahulu Dengan menggunakan bentuk khusus kita cari Luas segitiga setelah didilatasi Cari determinan dari matriks . Maka luas segitiganya Jadi, luas Segitiga setelah didilatasi adalah . Jadi, jawaban yang tepat adalah B. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!14rb+Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!MRMuhammad RizkyMakasih â¤ï¸ESEllys Sulistyani Pembahasan lengkap banget Ini yang aku cari! Mudah dimengerti Makasih â¤ï¸GaGhani adeis safaraz Makasih â¤ï¸
cara menghitung luas bayangan segitiga hasil dilatasi