SEMARANG KOMPAS.TV - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi festival film untuk pelajar dan mahasiswa tingkat nasional yang diadakan oleh mahasiswa Vokasi Informasi dan Hubungan Masyarakat (Inhum) Universitas Diponegoro. Ganjar berharap Festival Film Inhum 2022 dengan tema "Rapsodi dalam Lensa," bisa menghasilkan
PertanyaanUntuk Calon Bem 10 April 2022 Ketiga calon ketua bem saling mengemukakan kelebihan calon ketua bem ya. Apa alasan anda memilih divisi tersebut? Contoh Pertanyaan Debat Ketua Himpunan Berkas Belajar Tim tersebut bertugas mencari calon anggota berkualitas. Pertanyaan untuk calon bem. Wawanacara salah satu calon ketua bem fh
Panelisbersama kedua calon presiden BEM KEMA FK UNHAS. “ Pelaksanaan debat calon Presiden BEM Kema FK Unhas periode 2019-2020 lebih kompleks dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena waktu yang tersedia cukup memadai. Pada debat kali ini juga ada tambahan sesi yakni tanya jawab antar kedua kandidat calon. Untuk segi pertanyaannya
Apakahbapak siap untuk jadi Presiden di 2024?" tanya Zulkifli. Sandiaga Uno yang duduk di kursi narasumber sontak terkejut dengan pertanyaan mahasiswa yang berasal dari Tidore tersebut. Ia langsung berdiri dan mengajak Zulkifli maju bersamanya. Sebelum menjawab, Sandiaga langsung bertanya balik kepada Zulkifli. "Pertanyaannya sangat baik.
BANDUNG Kesempatan untuk mengenal dekat para calon pemimpinnya akhirnya diperoleh oleh masyarakat kampus. Interaksi publik bakal calon rektor yang diprakarsai oleh panitia pemilihan rektor ITB memungkinkan mahasiswa, dosen, dan staf ITB mengetahui visi misi yang diusung oleh para bakal calon rektor sekaligus menilai pribadi mereka masing-masing.
foAV. Dalam waktu dekat, mahasiswa Undiksha akan dihadapkan dengan sebuah pesta yang mungkin lazim disebut sebagai pesta demokrasi, di dalam lingkungan kampus. Banyak rupanya sebutan atau istilah lain dari pesta demokrasi mahasiswa ini. Kebetulan di Undiksha namanya Pemira. Satu-satunya yang akan berkompetisi dalam Pemira ini hanyalah Calon Presiden Mahasiswa, yang kemudian ketika sudah terpilih, akan mengklaim bahwa mungkin dialah pemimpin dari seluruh mahasiswa, yang akan mewakili penderitaan-penderitaan mahasiswa, memperjuangkan aspirasi mahasiswa, dan satu lagi yang paling substansial adalah berjuang untuk memastikan bahwa hari esok masih bisa bernafas. Jika Presiden dalam suatu negara mempunyai otoritas pada seluruh wilayah serta berhak menjalankan pemerintahan di dalamnya, maka Presiden Mahasiswa tidak jauh beda dengan itu, walau kekuasaannya terbatas di dalam lingkungan kampus. Maka di sini, mungkin merupakan suatu pernyataan yang tepat jika kita menganggap sistem pemerintahan di lingkungan kampus adalah miniatur dari pemerintahan dalam suatu Negara. Sebagai pemimpin seluruh mahasiswa serta yang menjalankan pemerintahan di dalam lingkungan kampus, apakah Presiden Mahasiswa sudah menjalankan fungsinya dengan baik?Berdasarkan riset konyol yang saya lakukan, sebagaian kecil mahasiswa tidak mengenal siapa Presiden Mahasiswa-nya. Entah apa yang telah terjadi, kita sama-sama tidak tahu. Tapi siapapun berhak berduga-sangka bahwa hal ini mengindikasikan betapa bagi sebagian mahasiswa, keberadaaan Presiden Mahasiswa dianggap tidak terlalu penting. Ada dan tidaknya Presiden Mahasiswa di tengah-tengah kehidupan kampus juga tidak memberikan pengaruh yang begitu berarti. Toh yang dilakukan hanya berputar-putar pada lingkaran itu munculnya fenomena seperti ini mungkin didasari oleh ketidakhadiran sosok Presiden Mahasiswa di tengah-tengah pergaulan dan tidak adanya upaya guna menangani permasalahan-permasalahan yang dialami mahasiswa di bidang akademik ataupun yang lainnya. Seperti biaya buku yang mencekik bagi mahasiswa Program studi Bimbingan Konseling, penindasan mental yang dilakukan selama Orientasi Kehidupan Kampus OKK, dan selain itu mungkin masih banyak lagi. Adakah solusi yang ditawarkan oleh Presiden Mahasiswa untuk menangani permasalahan-permasalahan ini?Marilah bersandar pada realita yang terjadi, Presiden Mahasiswa seolah menepis permasalahan-permasalahan yang dialami oleh mahasiswa, walaupun hal ini tidak tampak secara langsung. Upaya penepisan secara tidak langsung, misalnya Presiden Mahasiswa sepertinya tak tahu bahkan tak mau tahu apa yang harus dilakukan dalam upaya menangani permasalahan yang dialami mahasiswa; sebagai akibat dari terlalu terbiasa dengan cara-cara yang sudah terorganisir seperti rancangan-rancangan berbagai kegiatan kemahasiswaan yang secara substantif sama sekali tidak mewakili kepentingan dalam upaya memecahkan masalah yang dialami mahasiswa, lebih-lebih penyimpangan yang terjadi di dalam kampus pada umumnya. Jadi jangan heran jika Presiden Mahasiswa tidak dikenal oleh sebagian mahasiswa. Presiden Mahasiswa terlalu nyaman berdiam diri di dalam yang penuh dengan euforia dan tentunya menguras banyak uang; mengadakan event-event dan sebagainya yang menjadi pusat perhatian—walau sebenarnya organisasi tingkat jurusan seperti HMJ pun bisa melakukan. Bukan merupakan suatu keperluan organisasi tingkat lembaga seperti Badan Eksekutif Mahasiswa BEM melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu. Tapi kalaupun tetap dilaksanakan, juga tidak ada salahnya. Dengan catatan tidak mengenyampingkan permasalahan yang dialami oleh mahasiswa dan penyimpangan yang terjadi dalam lingkungan kampus pada sering menutup mata, sehingga muncul anggapan dalam diri bahwa tidak ada masalah yang begitu berarti. Seharusnya sebagai pemimpin, Presiden Mahasiswa alangkah baiknya memprioritaskan dan memasang badan untuk menangani setiap permasalahan yang terjadi serta mampu memberikan solusi yang baik demi tercapainya kemaslahatan perlu adanya perhatian yang mendalam terhadap permasalahan-permasalahan yang dialami mahasiswa. Akan tambah lebih bagus lagi apabila perhatian juga diarahkan pada permasalahan yang terjadi di luar kampus; di dalam kehidupan sosial masyarakat, misalanya. Tidak hanya terbatas pada kegiatan bakti sosial yang bersifat musiman itu. Sebab salah satu fungsi mahasiswa yaitu sebagai social control. Jika tidak ada perhatian mendalam terhadap masalah-masalah tersebut, lalu apa gunanya memiliki Presiden Mahasiswa? Apakah sekadar pajangan untuk mengisi kursi kepemimpinan organisasi kemahasiswaan?Salam damai dari saya. [T]Lahir di Kalampa, Woha, Bima-NTB pada tanggal 04 Juli 1999. Kini merantau ke Singaraja-Bali dan aktif di organisasi dalam maupun luar kampus.
Mahasiswa adalah seorang agen pembawa perubahan yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa harus berhati-hati dalam memilih calon pemimpin kita yaitu Presiden beberapa tips untuk memilih Calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden MahasiswaKita harus paham tentang Visi dan Misi dari Calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa, karena visi dan misi itu adalah gambaran tentang apa yang akan dilakukan oleh pemimpin mahasiswa selama masa Visi dan Misi yang di ajukan oleh Calon Presiden Mahasiswa tidak dapat membawa kemajuan untuk organisasi dan seluruh mahasiswa, maka itu bukanlah sebuah Visi dan Misi yang adalah Visi dan Misi CAPRESMA dan CAWAPRESMA Politeknik Caltex Riau 2018-2019 Nomor Urut Aktif di kegiatan internal dan eksternal kampusBukan pemimpin namanya jika ia tidak bisa aktif menggerakkan dan bergerak bersama dengan mahasiswa lainnya. Tidak ada gunanya Visi dan Misi yang bagus jika pemimpin tidak bergerak untuk menjalankan Visi dan Misi karena itu, pilihlah pemimpin yang aktif di kegiatan internal dan kegiatan eksternal kampus karena orang yang aktif itu sudah pasti dapat menggerakkan dan bergerak bersama untuk mencapai tujuan pepatah mengatakan “Belajar dari pengalaman”. Seorang pemimpin itu lebih baik lagi jika telah memiliki pengalaman sebelumnya dalam memimpin organisasi baik itu sebagai ketua, wakil, atau ketua bagian sehingga ia sudah tau apa yang akan ia lakukan selanjutnya jika ia Permata Putra sebagai CAPRESMA, sebelumnya telah memiliki pengalaman menjabat sebagai Wakil Ketua UKMI Ar-Ruhul ada gunanya Visi Misi yang bagus, aktif, dan berpengalaman jika agamanya tidak bagus. Karena agama adalah pondasi utama seorang pemimpin. Seseorang yang bagus agamanya akan paham membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sesuai syari’at agamanya. Ia tidak akan melakukan apa yang dilarang oleh yang bagus agamanya, ia akan paham tentang toleransi dan pastinya tidak hanya mementingkan satu kepentingan agama atau golongan saja, tetapi dia akan memperhatikan seluruh kepentingan Permata Putra adalah seorang yang aktif di Lembaga Dakwah adalah beberapa tips untuk memilih CAPRESMA dan CAWAPRESMA di lingkup kampus. Pastikan calon pemimpin anda sesuai dengan kategori yang anda ini dibuat oleh relawan, tidak atas perintah dari CAPRESMA ataupun CAWAPRESMA yang bersangkutan.
Ponorogo 29/6 Metamorfosispers - Guna menumbuhkan semangat demokrasi serta mengembangkan jiwa kempemimpinan di kalangan Mahasiswa INSURI, Pemilihan Raya Presiden Mahasiswa menjadi agenda wajib yang dilaksanakan setiap tahunnya. Setelah dibuka pendaftaran calon Presiden Mahasiswa, tersaring tiga kandidat yakni kandidat nomor urut 1 Muhammad Sofyan dari Fakultas Tarbiyah, kandidat nomor urut 2 Muhammd Nur Rosyid dari Fakultas Dakwah, sedangkan kandidat nomor urut 3 Aris Setiawan dari Fakultas Tarbiyah. Debat terbuka diselenggarakan pada jumat 25/06 di Ruang Aswaja dengan mengahadirkan ketiga kandiddat. Debat kandidat adalah suatu agenda kegiatan menjelang pemilu dimana kegiatan tersebut guna melihat kemampuan intelegensi calon kandidat Presiden Mahasiswa periode 2021/2022. Debat diawali dengan perkenalan calon Presiden Mahasiswa, penyampaian visi misi dan program kerja, sesi tanya jawab, dan closing statement dari para kandidat. Capres Nomor urut 1, Muhammad Sofyan menyampaikan visinya yakni "Muwujudkan Dema Institut yang bersinergi, menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan kebersamaan". Sofyan juga menambahkan misi nomor urut 1 yakni menjadikan Dema Institut sebagai wadah aspirasi Mahasiswa INSURI Ponorogo. Sementara Capres Nomor urut 2, Muhammad Nur Rosyid memaparkan visinya yakni "Mempersatukan Dema INSURI dengan harmonisasi komunikasi dan berperan aktif dalam pengembangan minat dan bakat bagi seluruh mahasiswa" dengan salah satu misinya adalah "Menjadikan Dema-I sebagai mediator antara kampus dan Mahasiswa dalam berkomunikasi dan berdiskusi, bertujuan untuk menampung dan pelaksana aspirasi Mahasiswa. Sedangkan Capres nomor urut 3, Aris Setiawan menyampikan visinya yakni "Terwujudnya Dema-I Insuri Ponorogo sebagai organisasi Mahasiswa yang akademis, aktivis, sosialis, religius berlandaskan Ahlusunnah waljama'ah annahdiyah. Dengan salah satu misinya" Mewujudkan Ormawa Insuri yang berbudaya literasi dan budaya diskusi". Debat terbuka sendiri berjalan lancar dan kondusif. Suasana semakin bergemuruh ketika sesi tanya-jawab antar calon Presiden Mahasiswa. Selain itu, tanya-jawab dari audiens yang hadir pun tak kalah meriah.
Home Politik Minggu, 19 Desember 2021 - 1529 WIBloading... KedaiKopi tak hanya mengukur elektabilitas tokoh sebagai capres 2024. Lembaga survei ini juga melakukan simulasi potensi pasangan Capres dan Cawapres pada Pilpres mendatang. FOTO/ A A A JAKARTA - KedaiKopi tak hanya mengukur elektabilitas tokoh sebagai calon presiden capres 2024 . Lembaga survei ini juga melakukan simulasi potensi pasangan Capres dan Cawapres pada Pilpres mendatang. Responden diberikan pertanyaan terkait peluang dari pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2024. "Jika terdapat nama-nama pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden berikut, pasangan mana yang akan anda pilih?"Di simulasi pertama ada nama Anies Baswedan bersama Airlangga Hartarto memiliki perolehan suara paling tinggi yakni 57%.Baca juga Survei Capres 2024 Elektabilitas Anies Tertinggi Pada Kluster Kepala Daerah dan Non Parpol Simulasi pasangan pertama 2 pasangan capres-cawapres1. Anies Baswedan Presiden – Airlangga Hartarto Wakil Presiden 57,1%2. Prabowo Subianto Presiden – Puan Maharani Wakil Presiden 42,9%Kemudian di simulasi kedua, nama Ganjar Pranowo dan Sandiaga Salahuddin Uno menjadi yang paling banyak dipilih responden dengan 42,4%.Simulasi pasangan kedua 3 pasang Capres dan Cawapres1. Ganjar Pranowo Presiden – Sandiaga Uno Wakil Presiden 42,4%2. Anies Baswedan Presiden – Agus Harimurti Yudhoyono Wakil Presiden 29,2%3. Prabowo Subianto Presiden – Ridwan Kamil Wakil Presiden 28,4%Di simulasi ketiga, duet Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo meluluhlantakkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga pasangan ketiga 2 pasangan Capres-Cawapres1. Prabowo Subianto Presiden – Ganjar Pranowo Wakil Presiden 59,8%2. Anies Baswedan Presiden – Sandiaga Uno Wakil Presiden 40,2%Di simulasi keempat, nama Anies Baswedan bila bersanding dengan Ganjar Pranowo dengan telak mengalahkan nama Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Airlangga juga Survei Elektabilitas Ganjar Pranowo Tertinggi Jika Responden Diminta Berpikir Ulang Simulasi pasangan keempat 2 pasangan Capres-Cawapres1. Anies Baswedan Presiden – Ganjar Pranowo Wakil Presiden 62,0%2. Prabowo Subianto Presiden – Airlangga Hartarto Wakil Presiden 38,0% capres 2024 survei capres kedai kopi calon presiden 2024 cawapres Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 8 menit yang lalu 13 menit yang lalu 26 menit yang lalu 36 menit yang lalu 41 menit yang lalu 46 menit yang lalu
SEMARANG, - Pemilu serentak pada 17 April 2019 telah berlalu. Saat ini, selain hasil quick count pilpres yang sudah beredar, sedang berlangsung penghitungan suara real count untuk pilpres. Dalam pilpres tahun ini, ada dua kandidat kuat yang merupakan pengulangan pilpres 2014, yakni Joko Widodo Jokowi dan Prabowo Subianto. Terlepas dari dua kandidat tersebut, mewawancarai sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro Undip, Semarang, Jawa Tengah, soal sosok presiden ideal. Seperti apa? Berikut hasil wawancaranya. 1. Punya visi yang jelas dan merakyat Kalangan mahasiswa Undip punya kriteria tersendiri soal pemimpin ideal Indonesia ke depan. Kriteria pemimpin ke depan, yang patut dimiliki yaitu transparan, merakyat, jujur, adil, amanah, menuaikan janji kampanye, hingga punya visi yang jelas. “Yang menjunjung tinggi transparasi, mulai dari pendanaan dan lain sebagainya. Lalu merakyat, jujur dan adil,” kata mahasiswa semester awal Fakultas Kedokteran Faka Dzul Umam saat dihubungi Sabtu 27/4/2019. Hal sama disampaikan Oki Racmalia Rozi, mahasiswa jurusan Fakultas Sains dan Matematika Undip. Menurut dia, pemimpin ke depan harus terus merakyat dan bisa menjalankan amanat rakyat Indonesia. “Orang yang dapat secara tegas menindaklanjuti banyaknya pelanggaran dan ketidakadilan yang dirasakan rakyat. Pemimpin harus mendengar aspirasi dan menempatkan diri sebagai masyarakat,” ujar Oki. Jika memang pemimpin telah menempatkan diri di tengah masyarakat, maka mereka akan merasa lebih aman dan nyaman.
pertanyaan untuk calon presiden mahasiswa